Sifat Studi Geografi

No comment 25 views

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Konsep geografi yang diketengahkan di atas secara jelas menegaskan bahwa yang menjadi obyek studi geografi tidak lain adalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri dari atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air, perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan).

Sifat Studi Geografi

Sifat Studi Geografi

1. Studi kependudukan

Studi kependudukan termasuk objek studi geografi. Studi kependudukan berkaitan dengan segala aspek yang berhubungan dengan tingkat kemakmuran penduduk, baik pada suatu wilayah tertentu maupun pada lingkup yang lebih luas.

Ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada aspek demografi, tetapi juga aspek psikologi, sejarah, geografi, dan lain-lain. Masalah kependudukan menyangkut aspek demografi, mental, tradisi, hubungan antar individu, keruangan, kemakmuran, dan sebagainya.

Tujuan mempelajari Studi Kependudukan

  1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
  2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia
  3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
  4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

2. Studi lingkungan

Studi lingkungan menyangkut gejala dan masalah kehidupan manusia dalam kaitannya dengan lingkungan tempat kehidupan tersebut berlangsung. Studi lingkungan menerapkan konsep dan prinsip ekologi serta ilmu sosial. Itulah sebabnya, studi lingkungan dapat dikatakan sebagai penerapan ekologi manusia.

3. Studi sosial

Studi sosial berkaitan dengan interelasi ilmu-ilmu sosial dalam menelaah gejala dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat yang di timbulkan oleh kondisi, pertistiwa, tingkah laku, dan sikap manusia sebagai mahluk sosial. Gejala sosial ini merupakan tanda pengungkapan aspek-aspek kehidupan manusia di masyarakat. Gejala sosial dapat di amati dan di telaah sebab akibatnya. Masalah pengangguran, sampah, kenakalan remaja, dan kemacetan lalu lintas merupakan contoh gejala sosial. Jika gejala sosial telah menjadi persoalan yang berat sehingga sulit diatasi, maka disebut maslah sosial.

Gejala atau fenomena geografi tersebut dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tidak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber atmosphere tanah tidak dijumpai di semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tidak dijumpai di semua tempat. Oleh karena itu, untuk mengamati gejala dan fenomena yang tersebar itu diperlukan alat bantu antara lain peta.

Prinsip interelasi, yaitu adanya hubungan saling keterkaitan antargejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu dapat terjadi antarfenomena fisik, antarfenomena sosial, serta antara fenomena fisik dan fenomena sosial. Misalnya, terjadinya banjir di wilayah hilir salah satu penyebabnya adalah rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.

Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan tentang adanya gejala atau fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi dapat diungkapkan antara lain dalam bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentuk pengungkapan fenomena tersebut akan lebih jelas apabila diberikan pemaparan atau penjelasan dengan menggunakan rangkaian kalimat.

Prinsip korologi, yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh (komprehensif) dalam ruang tertentu (spatial). Di dalam prinsip korologi setiap gejala atau fenomena geografi dikaji dengan cara memadukan prinsip-prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Hasil pengkajian melalui prinsip korologi menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, dan fakta antarwilayah. Oleh karena itu, akan memberikan corak tertentu sehingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.

4. Studi geografi dalam bidang pertanian

Pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan antara subistem fisis dengan subsistem manusia. Komponen subsistem fisis mencakup, antara lain, iklim, hidrografi, tanah, dan topografi dengan segala proses alamiahnya. Sementara itu subsistem manusia mencakup tenaga kerja, teknologi, tradisi masyarakat, kemampuan ekonomi, dan kondisi politik setempat. Berdasarkan hasil asosiasi, relasi, dan interaksi semua komponen tersebut, baik secara statis dalam kurun waktu tertentu maupun secara dinamis yang meliputi perkembangan historisnya dapat dianalisis aspek keruangan pertanian pada wilayah tertentu.

Adapun objek atau tujuan geografi pertanian menurut Singh dan Dhilon (1984 : 7 ) yaitu :

  1. Perbedaan macam-macam pertanian yang tersebar di muka bumi dan fungsinya dalam spasial.
  2. Tipe-tipe pertanian yang dikembangkan di daerah tertentu, persamaan dan perbedaan dengan daerah lain.
  3. Menganalisa pelaksanaan sistem pertanian dan proses perubahannya.
  4. Arah dan isi perubahan dalam pertanian.
  5. Batas wilayah-wilayah produksi hasil panen dan kombinasi hasil panen atau perusahaan pertanian.
  6. Menghitung dan menguji tingkat perbedaan antar wilayah.
  7. Identifikasi wilayah yang produktivitas pertaniannya lemah.
  8. Mengungkap wilayah pertanian yang stagnasi, transisi, dan dinamis.

5. Studi geografi dalam bidang industri

Industri sebagai suatu sistem merupakan perpaduan antara subistem fisis dengan subsistem manusia. subsistem fisis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri meliputi komponen: lahan, bahan baku, sumber energi, dan iklim denga segala proses alamiahnya. Sedangkan subsistem manusia yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan industri meliputi komponen: tenaga kerja, kamampuan teknologi, tradisi, situasi politik, keadaan pemerintah, transportasi, komunikasi, dan pasar. Perpaduan semua komponen inilah yang mendukung maju atau mundurnya suatu industri. Bidang pengkajian geografi meliputi relasi, asosiasi, dan interaksi antar komponen suatu ruang.

Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing).Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.

6. Studi geografi dalam bidang transportasi dan komunikasi

Studi geografi dalam bidang transportasi dan komunikasi merupakan studi tentang gejala dan masalah geografi yang lebih dinamis dibandingkan mengkaji gejala pada lokasi tertentu. Dengan mengkaji transportasi dan komunikasi, kta dapat mengungkapkan difusi, interaksi keruangan, serta kemajuan atau keterbalakangan suatu daerah. Oleh karena itu, perkembangan transportasi dan komunikasi dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana serta untuk memajukan daerah terpencil.

Manfaat mempelajari geografi di bidang pertanian dan transportasi:

Di bidang pertanian

  1. Ditemukannya lokasi yang subur untuk pertanian
  2. Menentukan jenis – jenis tanah yang layak untuk berbagai jenis tanaman yang akan ditanam
  3. Adanya penyesuaian saluran irigasi
  4. Menentukan lokasi pertanian yang dapat dijangkau agar pemasarannya lebih baik
  5. Adanya peningkatan mutu pertanian

Dalam bidang transportasi

  1. Ditemukannya akses yang dapat menjangkau daerah terpencil
  2. Adanya jalur perdagangan tertentu
  3. Terbukanya suatu daerah sehingga daerah tersebut dapat meningkatkan kesejahteraannya
  4. Hubungan antar daerah semakin erat

7. Studi geografi dalam bidang sumber daya

Daya dukung sumberdaya selain di pengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, juga dipengaruhi oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Kuantitas penggunaan sumber daya umumnya terkorelasi positif dengan pertumbuhan penduduk. Sementara itu, kualitas dan kuantitas eksplorasinya di pengaruhi oleh kemajuan dan penerapan teknologi.

8. Studi geografi dalam bidang pemukiman

Pemukiman adalah bagian dari permukaan bumi yang dihuni oleh manusia. Hal ini meliputi sarana dan prasarana penunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggalnya.

author
No Response

Leave a reply "Sifat Studi Geografi"