Sejarah agama Hindu di Indonesia

Agama hindu diperkirakan uncul di India antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM (ada yang mengatakan sekitar tahun 1500 SM). Dan merupakan agama tertua di dunia. Agama ini tumbuh bersama masuknya bangsa Arya, yaitu bangsa nomaden yang masuk ke India dan Asia Tengah melalui selat Kaiber.

Kedatangan bangsa Arya ini mendesak bangsa Dravida, penduduk asli India dan termasuk dalam kategori ras Australoid, ke sebelah selatan sampai ke daratan tinggi Dekkan. Dalam perkembangan selanjutnya terjadi percampuran antara kebudayaan orang Arya dan bangsa Dravida, yang menghasilkan kebudayaan Hindu.

Perkembangan agama hindu di India, pada hakikatnya dapat dibagi menjadi empat fase, yakni zaman Weda, zaman Brahmana, zaman Upanisad, dan zaman Buddha.

Zaman Weda (1500 SM)

Zaman ini di mulai ketika bangsa Arya berada di Punjab di lembah sungai Shindu, sekitar 2500 – 1500 SM, setelah mendesak bangsa Dravida ke sebelah selatan sampai ke dataran tinggi Dekkan. Bangsa Arya telah memiliki peradaban tinggi.

Advertisement

Mereka menyembah dewa-dewa seperti Agni, Varuna, Vayu, Indra, Siwa, dan sebaginya. Dewa tertinggi yang mereka anggap sebagai penguasa alam semesta mereka sebut Trimurti, yang terdiri dari: Brahma (pencipta alam), Wisnu (pemelihara alam), dan Siwa (dewa perusak alam dan kematian). Walaupun banyak, semua merupakan manifestasi dan perwujudan Tuhan Yang Maha Esa (disebut Brahman). Jadi agama Hindu adalah agama monoteistis, bukan politeistis.

Kitab suci Weda, kitab suci agama hindu, muncul pada zaman ini. Weda termasuk dalam golongan Sruti, secara harfiah berarti “yang didengar”, karena umat hindu meyakini isi Weda sebagai kumpulan wahyu dari Brahman (Tuhan).

Pada zaman ini pula masyarakat dibagi menjadi empat kasta yaitu Brahmana (pendeta dan ulama), satria (raja, bangsawan, panglima, dan tentara), Vaisya (pedagang, petani, dan nelayan), Sudra (para pelayan dari semua golongan diatasnya). Ada pula orang-orang yang dianggap berada di luar kasta, yaitu golongan Paria (pengemis dan gelandangan).

Zaman Brahmana (1000 – 750 SM)

Pada zaman ini, kekuasaan kaum Brahmana amat besar dalam kehidupan keagamaan. Merekalah yang mengantarkan persembahan orang kepada para dewa. Pada zaman ini pula mulai disusun tata cara upacara beragama yang teratur dalam apa yang kemudian disebut Kitab Brahmana. Weda menjadi pedoman penyusun tat cara upacara agama ini.

Zaman Upanisad (750 – 500 SM)

Pada zaman ini, yang dipentingkan tidak hanya upacara dan sesaji saja, tetapi lebih dari itu  pengetahuan batin yang lebih tinggi. Zaman ini adalah zaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama, yaitu zaman orang berfilsafat atas dasar Weda.

Zaman Buddha (500 – 300 SM)

Zaman ini dimulai ketika putra raja Sudhodana yang bernama Sidharta menafsirkan Weda dari sudut logika dan mengembangkan sistem Yoga dan Semadhi, sebagai jalan utuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

sumber: ratna hapsari | m adil. sejarah indonesia SMA/MA kelas .X. ERLANGGA


One thought on “Sejarah agama Hindu di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *