Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

No comment 16 views

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Setelah Singhasari jatuh, berdirilah kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, abad ke-14 – ke-15 M. Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa Jayawarddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh.

Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut.

Ketika pasukan Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya.

Pada masa pemerintahannya Raden Wijaya mengalami pemberontakan yang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya yang pernah mendukung perjuangan dalam mendirikan Majapahit. Setelah Raden Wijaya wafat, ia digantikan oleh puteranya Jayanegara. Jayanegara dikenal sebagai raja yang kurang bijaksana dan lebih suka bersenang-senang. Kondisi itulah yang menyebabkan pembantu-pembantunya melakukan pemberontakan.

Di antara pemberontakan tersebut, yang dianggap paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti. Pada saat itu, pasukan Kuti berhasil menduduki ibu kota negara. Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa Badander di bawah perlindungan pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada.

Gajah Mada kemudian menyusun strategi dan berhasil menghancurkan pasukan Kuti. Atas jasa-jasanya, Gajah Mada diangkat sebagai patih Kahuripan (1319-1321) dan patih Kediri (1322-1330).

Kerajaan Majapahit penuh dengan intrik politik dari dalam kerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama juga terjadi menjelang keruntuhan Majapahit. Masa pemerintahan Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan.

Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit berada di puncak kejayaannya. Hayam Wuruk disebut juga Rajasanagara. Ia memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.

Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mencapai zaman keemasan. Wilayah kekuasaan Majapahit sangat luas, bahkan melebihi luas wilayah Republik Indonesia sekarang. Oleh karena itu, Muhammad Yamin menyebut Majapahit dengan sebutan negara nasional kedua di Indonesia. Seluruh kepulauan di Indonesia berada di bawah kekuasaan Majapahit. Hal ini memang tidak dapat dilepaskan dan kegigihan Gajah Mada. Sumpah Palapa, ternyata benar-benar dilaksanakan. Dalam melaksanakan cita-citanya, Gajah Mada didukung oleh beberapa tokoh, misalnya Adityawarman dan Laksamana Nala. Di bawah pimpinan Laksamana Nala Majapahit membentuk angkatan laut yang sangat kuat. Tugas utamanya adalah mengawasi seluruh perairan yang ada di Nusantara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemajuan di berbagai bidang.

Menurut Kakawin Nagarakertagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.

Candi-Candi Peningglan Kerajaan Majapahit

  • CANDI SUKUH

Letak : Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Fungsi : Sebagai tempat pemujaan.

  • CANDI CETHO

Letak : Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Fungsi : sebagai tempat ruwatan, seperti yang terlihat adanya simbol-simbol dan mitologi yang ditampilkan oleh arca-arcanya

  • CANDI PARI

Letak : Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Fungsi : sebagai tempat peribadatan.

Terdapat folklore didirikannya candi itu sebagai simbol kesuburan desa setempat dengan produksi padi yang melimpah dan mampu menyetorkan upeti kepada Raja Majapahit.

  • CANDI JABUNG

Letak : Desa Jabung, Kecamatan Paiton,Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Fungsi : Sebagai tempat pemujaan.

  • CANDI BRAHU

Letak : Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.

Fungsi : Sebagai tempat untuk pembakaran mayat ataupun penyimpanan abu jenazah. Juga ada yang menyebutkan sebagai tempat pemujaan.

  • CANDI TIKUS

Letak : Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto.

Fungsi : sebagai tempat pemandian keluarga Raja. sebagai kolam pusat pengaturan air untuk rakyat Mojokerto khususnya Trowulan. tempat pemujaan kepada Tuhan (puncak candi menyerupai Meru)

  • CANDI SURAWANA

Letak : Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri.

  • CANDI BAJANGRATU

Letak : Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Fungsi : sebagai tempat untuk menghormati Jayanegara.

  • CANDI WRINGIN BRANJANG

Letak : Blitar, Jawa Timur.

Fungsi : tempat penyimpanan alat-alat upacara.

  • CANDI MINAKJINGGA

Letak : Dukuh Unggahan, Desa Temon, Kec. Trowulan.

Fungsi : sebagai tempat pemujaan.

  • CANDI RIMBI

Letak : Desa Pulosari, Kec Bareng, Kab Jombang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang di bangun sekitar abad ke 14.

  • SUMPAH PALAPA

Pada saat diangkat sebagai Mahapatih Gajah Mada bersumpah bahwa ia tidak akan beristirahat (amukti palapa) jika belum dapat menyatukan seluruh Nusantara. Sumpah itu kemudian dikenal dengan Sumpah Palapa sebagai berikut :

“Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring Gurun, ring seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo,ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman isun amukti palapa”.

Artinya:

“Setelah tunduk Nusantara, saya akan beristirahat; Sesudah kalah Gurun seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah saya akan beristirahat”Sumber:

Sejarah SMA/MA Kelas X Kemdikbud 2014

Tags:
author
No Response

Leave a reply "Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit"