Asal Usul Manusia Purba di Indonesia

No comment 28 views

Secara garis besar ada tiga teori yang menjelaskan asal usul manusia purba di indonesia: teori Afrika, teori Yunan, dan teori Nusantara. Dari ketiga teori tersebut, teori yunan merupakan teori yag paling populer dan diterima banyak kalangan. Dengan demikian, kita akan menggunkana teori yunan sebagai landasan.

Asal Usul Manusia Purba di Indonesia

Asal Usul Manusia Purba di Indonesia

a. Teori Afrika

Teori afrika menyatakan nenek moyang manusia berasal dari afrika kurang lebih pada tahuan 200.000 SM. Setelah mereka berhasil melewati proses evolusi dan mencapai taraf manusia modern, mereka kemudian bermigrasi dan menyebar keseluruh benua yag ada di bumi.

Proses penyebaran ini berlangsung sangat lambat dan lama. Sejak tahun 200.00 SM hingga 60.000 SM, manusia menyebar keseluruh afrika. Tahun 60.000 SM manusia mulai menyebar ke timur tengah, asia selatan, asia tenggara, hingga australia.

Pada saat itu suhu bumi menurun hingga terbentuk es di bagian utara bumi yaitu eropa utara dan amerika utara. Hal ini menyebabkan munculnya lebih banyak daratan, yang memudahkan manusia berpindah. Tahuan 55.000 SM, es mulai mencair sehingga permukaan air laut naik kembali, pada saat itu manusia sudah memenuhi asia tengah dan memasuki asia timur.

Tahun 45.000 SM, manusia menyebar hingga ke wilayah rusia dan memasuki wilayah eropa. Tahun 40.000 SM, manusia telah tersebar luas di afrika, eropa, asia tengah, asia tenggara, dan australia.

Teori ini juga diperkuat dengan adanya pabrik cat yang berumur 100.000 tahun di gua blombos dekat cape town, afrika selatan. Didalam gua itu ditemukan selapis bubuk warna merah terang didalam cangkang tiramh berusia 100.000 tahun, yang diyakini sebagai bentuk primitif cat pewarna. Hasil analisis terhadap lapisan kering itu menunjukan substansinya tersusun atas kombinasi tanah liat berwarna oker, cairan minyak pada tulang, arang, pecahan kuarsit, dan air.

Selai cangkang yang tertutup oker, juga ada gerinda, palu batu, serta tulang binatang yang dipakai sebagai kuas. Cat ini kemungkinan digunakan sebagai bahan kosmetik untuk menghiasi badan dan kulit, mambuat dekorasi, membuat gambar simbolik di dinding gua, melindungi diri dari serangga, atau digunakan sebagai perlengkapan upacara ritual.

Masih menurut teori ini, fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di indonesia atau khususnya di daerah jawa tengah dan jawa timur seperti meganthropus paleojavanicus, phitecantrophus erectus, homo soloensis, homo wajakensis tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia afrika. Jenis-jenis manusia purba yang hidup di indonesia diyakini punah saat atau menjelang kedatangan manusia afrika. Teori afrika memang masuk akal, tapi tingat kebenarannya masih di perdebatkan sebagain ahli tidak menerima teori ini, tetapi juga tidak menolaknya. Hal ini karena bukti-bukti fisik yang mendukungnya sangat terbatas. Karena itu orang lebih meyakini teori yunan dan teori nusantara.

b. Teori Yunan

Teori yunan menyatakan bahwa manusia purba yang menjadi nenek moyang bangsa indonesia berasal dari daerah yunan, cina bagian selatan. Teori ini didukung oleh beberapa sarjana seperti Prof. Dr. H. Kern, Robert Baron Van Heine Geldern, N.J Krom, dan Moh. Ali. Kern menyoroti adanya kesamaan bahasa, Menurut kern bahasa melayu yang berkembang dinusantara serumpun dengan bahasa yang ada dikamboja. Hal ini menunjukan bahwa penduduk dikamboja mungkin berasal dari daratan yunan dengan menyusuri sungai mekong. Sedangkan geldern menyoroti adanya kesamaan artefak, kapak tua yang ditemukan di nusantara memiliki kemiripan dengan kapak tua yang terdapat di asia tengah. Hal ini menunjukan adanya migrasi penduduk dari asia tengah (yunan) ke kepulauan nusantara.

Menurut teori ini, orang-orang yunan datang ke kepulauan nusantara dalam tiga gelombang utama, yakni perpindahan orang negrito, melayu proto, dan melayu deutro.

• Orang negrito

Orang negrito merupakan penduduk paling awal di kepulauan nusantara. Mereka diperkirakan sudah mendiami kepulauan ini sejak 1.000 SM. Hal ini didasarkan hasil penemuan arkeolog di gua Cha, kelantan, malaysia. Orang negrito ini menurunkan orang semang, yang sekarang banyak terdapat di malaysia. Orang-orang negrito memiliki ciri-ciri fisik berkulit gelap, berambut keriting, bermata bundar, berhidung besar, berbibir penuh, serta berbadan pendek.

• Proto-melayu

Perpindahan orang melayu proto ke kepulauan nusantara diperkirakan terjadi pada 2.500 SM. Mereka mempunyai peradaban yang lebih maju dari pada orng negrito. Hal ini di tandai dengan kemahirannya dalam bercocok tanam.

• Deutro-melayu

Perpindahan orang melayu deutro merupakan gelombang perpindahan orang melayu kuno kedua yang terjadi pada 1.500 SM. Mereka hidup di pantai dan mempunyai kemahiran dalam berlayar.

c. Teori Nusantara

Teori nusantara menyatakan bahwa asal mula manusia yang menghuni wilayah nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan dari wilayah nusantara itu sendiri. Mengikuti sudut pandang multiregional evolution model (MRE), teori ini mengatakan bahwa manusia purba yang menjadi nenek moyang bangsa indonesia berasal dari indonesia sendiri.

Teori nusantara di dukung oleh sarjana-sarjana seperti Mohhamad Yamin, J. Crowford, K. Himly, dan Sutan Takdir Alisjahbana. Teori nusantara didasarkan pada alasan-alasan berikut ini.

• Bangsa melayu dan bangsa jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukan orang melayu berasal dan berkembang di nusantara.

• K. Himly tidak setuju dengan yang menganggap bahasa melayu serumpun dengan bahasa champa (kamboja). Menurutnya, adanya kemiripan antara kedua bahasa itu bersifat kebetulan saja.

• Menurut Moh. Yamin, fakta banyaknya fosil dan artefak tertua yang ditemukan di indonesia, seperti fosil homo soloensis dan homo wajakensis, menunjukan nenek moyang bangsa indonesia (melayu) berasal dari indonesia sendiri (jawa).

• Bahasa yang berkembang di nusantara, yaitu rumpun bahasa austronesia, sangat jauh bedanya dengan bahasa yang berkembang di asia tengah.

author
No Response

Leave a reply "Asal Usul Manusia Purba di Indonesia"